Mayat Ditemukan di Kali Irigasi Pasuruan, Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan pada Korban
“Warga memang kami imbau tidak mendekat ke mayat karena ditakutkan ada Covid-19. Selain itu, warga juga tidak ada yang mengenali sosok mayat tersebut,” katanya.
Salah satu warga, Solehudin mengaku evakuasi mayat sangat lambat karena menunggu ambulans yang tidak kunjung tiba. Setelah lima jam menunggu, akhirnya ambulans tiba.
“Tidak tahu mengapa tidak kunjung tiba, petugas sudah bolak balik tadi,” katanya.
Begitu ambulans tiba, mayat kemudian dievakuasi mayat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Sudarsono, Kota Pasuruan untuk dilakukan autopsi. Petugas juga menerapkan prosedur Covid-19 dengan mengenakan APD lengkap.
Kapolsek Grati, AKP Suyitno mengatakan, polisi masih belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya korban. Petugas masih menunggu hasil visum pada jenazah.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, jadi untuk penyebab kematiannya, masih tunggu hasil visum,” katanya.
Editor: Umaya Khusniah