Malang Raya Batal New Normal, Begini Curhat 3 Kepala Daerah Cegah Covid-19
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, melonjaknya angka pasien positif virus corona di wilayah Kota Malang karena klaster keluarga. Kondisi ini membuat kasus persebaran Covid-19 di kota itu sulit ditekan.
“Penyebaran itu dari klaster keluarga, yang memang kemarin itu belum terbentuk kampung tangguh,” ujar Sofyan Edi Jarwoko.
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko memilih tetap melakukan masa transisi karena di Kota Batu juga masih dalam tahap oranye. “Untuk tempat wisata belum ada yang dibuka untuk pengunjung,” ujarnya.
Dalam rapat evaluasi itu, Khofifah mengatakan, Malang Raya saat ini tergolong wilayah yang memiliki risiko dalam kategori sedang untuk penularan Covid-19. Dengan kondisi tersebut, Malang Raya belum bisa menerapkan era normal baru dan akan melanjutkan masa transisi hingga satu minggu ke depan.
Khofifah menambahkan, garda terdepan pendisiplinan masyarakat adalah warga sendiri. Dia meminta warga selalu disiplin menerapkan protokol Covid-19. Karena vaksin virus corona belum ditemukan, maka pandemi Covid-19 pun belum bisa diprediksi kapan usainya.
Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah meminta para kepala daerah Malang Raya, yakni Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, agar semangatnya tidak kendor. Pangdam menambahkan, jika semangat kepala daerah kendor, maka akan berpengaruh besar kepada kapolres dan dandim dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.
Editor: Maria Christina