Makam Sunan Ampel, Simak Aturan bagi Peziarah
Setelah berziarah ke makam Sunan Ampel, wisatawan juga dapat mengunjungi Masjid Sunan Ampel. Masjid ini didirikan oleh Sunan Ampel pada 1396. Namun ada juga yang menyebutkan pembangunan masjid dimulai pada 1421.
Masjid ini dibangun di atas tanah dengan luas 120 x 180 meter serta memiliki arsitektur unik memadukan gaya Jawa kuno dengan gaya Arab serta dipengaruhi dengan corak budaya Hindu Buddha. Hampir seluruh bangunan masjid dibuat menggunakan kayu jati.
Selain makam dan masjid, terdapat kampung Arab yang lokasinya tidak jauh dari kawasan makam Sunan Ampel. Kampung Arab ini terkenal karena memang dihuni oleh keturunan Arab asli yang sebagian dari mereka berprofesi sebagai pedagang pernak-pernik muslim.
Orang-orang Arab di sini banyak yang mengatakan telah ada sejak 1451. Mereka datang dengan tujuan berdagang sekaligus mencari tahu tentang keberadaan seorang wali yang ada di sini. Pada akhirnya mereka menetap dan keturunan-keturunannya bertahan hingga saat ini.
Tak hanya menjual pernak-pernik muslim seperti peci, gamis, hijab, gelang, di antara mereka terdapat juga yang menjajakan berbagai kuliner khas timur tengah, seperti kurma, roti Maryam hingga air zam-zam.
Peziarah Makam Sunan Ampel tidak hanya masyarakat lokal, namun juga banyak deri luar negeri. Wisatawan asing yang kerap mengunjungi tempat ziarah tersebut mulai dari Jepang, Korea, Selandia Baru, Polandia, Yunani, Jerman, China, Prancis, Belanda, Italia, Malaysia, Saudi Arabia, Brunei Darussalam, Filipina dan masih banyak lagi.
Editor: Kurnia Illahi