Makam Sunan Ampel, Simak Aturan bagi Peziarah
Besar jasanya terhadap penyebaran Islam di Indonesia, sehingga maka Sunan Ampel selalu ramai dikunjungi para peziarah. Apalagi ketika hari-hari besar agama Islam, seperti sepanjang Ramadan ataupun saat Tahun Baru Islam 1 Muharram.
Saat menuju pusara, pengunjung akan melewati sejumlah gapura yang memiliki ornamen dan ukuran berbeda-beda. Gapura-gapura ini juga dijuluki sebagai Gapuro Limo atau lima gapura. Gapura-gapura yang dijuluki Gapuro Limo memiliki ornamen relief dan ukuran berbeda-beda.
Pemaknaan gapura merupakan sebagai simbol rukun Islam. Setiap gapura memiliki nama masing-masing. Dimulai dari Gapuro Munggah (naik) yang berada di Jalan Sasak. Gapura ini merupakan salah satu gapura pintu masuk menuju makam Sunan Ampel. Lalu ada Gapuro Poso (puasa) di dekat tempat wudhu para peziarah.
Masuk lebih dalam menuju makam Sunan Ampel, wisatawan akan menjumpai Gapuro Mengadep (menghadap). Gapura ini identik dengan relief ornamen berbentuk cengkeh. Kemudian peziarah akan melewati Gapuro ngamal (zakat). Hingga di gapura terakhir di dekat makam Sunan Ampel, yakni Gapuro Paneksen (penyaksian).
Sadar atau tidak, lima gapura paduraksa tersebut memiliki ukuran berbeda-beda. Semakin dekat dengan makam Sunan Ampel, ukurannya semakin kecil. Selama berada di kawasan pemakaman itu, peziarah wajib mematuhi aturan yang ditetapkan, seperti berpakaian sopan dan menjaga sikap serta dilarang memotret makam sang Wali.