Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Membubung 800 Meter dari Puncak
Advertisement . Scroll to see content

Lonjakan Kasus Tinggi, 5 Wilayah Mataraman Jadi Perhatian Tim Covid-19 Jatim 

Kamis, 01 Juli 2021 - 08:27:00 WIB
Lonjakan Kasus Tinggi, 5 Wilayah Mataraman Jadi Perhatian Tim Covid-19 Jatim 
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. (Foto: SINDOnews/Lukman Hakim)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Lima daerah di wilayah Mataraman menjadi perhatian serius Tim Covid-19Jawa Timur (Jatim). Pasalnya, lonjakan kasus di wilayah tersebut sangat tinggi. 

Lima wilayah tersebut yakni Kabupaten Ngawi, Kota dan Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan data, kasus Covid-19 di Kota Madiun bertambah 36 kasus, Magetan 32 kasus, Ngawi 32 kasus, Kabupaten Madiun 23 kasus, Ponorogo 20 kasus dan Pacitan 20 kasus.

"Kami ingin insan pemprov menjadi penyangga untuk membackup ketersediaan fasilitas kesehatan yang ada di masing-masing kabupaten/kota, terutama di wilayah Madiun Raya, Magetan, Ponorogo, Madiun kabupaten, ini tentunya termasuk Ngawi," kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak usai rapat koordinasi di RSUD dr Soedono, Madiun, Rabu (30/6/2021) sore. 

Menurut Emil, lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Mataraman menjadi perhatian karena beberapa daerah sempat berstatus zona merah. "Kabupaten Ngawi sempat zona merah dan Kota Madiun yang saat ini masuk dalam zona merah. Alhamdulillah, Ngawi sudah keluar dari zona merah," ucapnya.

Melihat kondisi harian dan bertambahnya pasien Covid-19, membuat Wagub Emil ingin memastikan ketersediaan faskes dan layanan yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, dirinya juga ingin memastikan bahwa dokter dan tenaga kesehatan benar-benar memiliki ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang cukup.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut