Kronologi Guru Honorer di Malang Jadi Tersangka Aniaya Siswa, Diawali Korban Tak Salat Subuh
"Ditanyakan kenapa nggak salat subuh, apa karena lihat mberot kesiangan (bangun), nggak salat. (Ditanya ke DP) Orang tua nggak salat, Ibu salat, Bapak nggak salat," ujarnya.
Usai ditanya di depan kelas itulah, DP dan kedua siswa lainnya akhirnya disuruh duduk kembali ke bangkunya masing-masing. Tapi berselang 10 menit kemudian, DP izin keluar kelas dan ternyata ditemukan temannya sedang menangis.
"Waktu keluar disampaikan temannya DP ini menangis, lalu Pak R ini berkata mungkin masih mangkel (kesal), biarin dulu, setelah itu proses pelajaran berlanjut," katanya.
Sehari setelah kejadian itu tepatnya pada Rabu 28 Agustus 2024, DP tidak masuk sekolah. Orang tuanya menghubungi pihak sekolah bahwa anaknya tidak masuk karena ditampar oleh guru berinisial R. Orang tua sempat memprotes juga atas tindakan tersebut.
"Sama guru piket diminta ke sekolah biar dijelaskan. Akhirnya 30 menit datang ke sekolah dipertemukan dengan Pak R, tapi Pak R tidak ada di sekolahan, karena lagi melatih drum band," tuturnya.