JAKARTA, iNews.id - Penurunan muka tanah menjadi ancaman tenggelamnya kota-kota besar di Indonesia. Fakta ini tak mampu dihindari seluruh wilayah di dunia.
Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya penurunan muka tanah. Mulai dari kondisi iklim yang membuat permukaan air laut naik hingga penggunaan air tanah berlebihan yang bisa sebabkan kota tenggelam.
Infografis Deretan Kota di ASEAN yang Terancam Tenggelam
Berikut 5 wilayah di Indonesia yang mengalami penurunan muka tanah :
1. DKI Jakarta

Sebagai wilayah metropolitan, DKI Jakarta merupakan provinsi yang sangat padat dan menjadi sentral pergerakan ekonomi. Menurut data yang dimiliki BPS, total penduduk DKI Jakarta di tahun 2020 mencapai 10,5 juta jiwa dengan kelompok terbesar berada di usia 35 hingga 39 (974.357 jiwa).
Menyoal Prediksi Joe Biden Jakarta Tenggelam 10 Tahun ke Depan, Alarm bagi Pemerintah?
Satu permasalahan yang tak kunjung usai di Jakarta adalah banjir. Demi mengurangi intensitas banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan mekansime pajak tanah guna membantasi penyedotan air tanah.
Menilik imbas dari penyedotan air tanah yang berlebihan, muka tanah DKI Jakarta pun terus mengalami penurunan. Data yang dipublikasi oleh Pusfatja (Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh) LAPAN menyebut, provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan muka tanah berkisar antara 0,1 sampai 8 cm dan terjadi di tahun 2015 – 2020.
Daftar Kota / Kabupaten yang Terancam Tenggelam di Indonesia, Nomor 3 Akan Terpisah
LAPAN melakukan pengambilan data tersebut dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh dan berbasis pada SAR atau Synthetic Aperture Radar.
2. Jawa Tengah (Pekalongan dan Semarang)
Deretan Kota di ASEAN yang Terancam Tenggelam dan Kondisinya saat Ini
Dua kota di Jawa Tengah yakni Pekalongan dan Semarang juga rentan mengalami penurunan muka tanah. Data LAPAN selama tahun 2015 sampai 2020, penurunan muka tanah di Pekalongan sekitar 2,1 sampai 11 cm per tahun.
Sementara di Semarang mengalami penurunan muka tanah sebanyak 0,9 hingga 6 cm per tahun.
Penurunan muka tanah yang ada di wilayah-wilayah tersebut jauh lebih besar ketimbang Jakarta karena memiliki luas area di bawah permukaan laut yang lebih besar dibanding Jakarta.
Anggota kelompok keilmuwan Geodesi ITB Heri Andreas mengungkapkan, jika tidak dilakukan mitigasi yang baik, maka besar kemungkinan Pekalongan dan Semarang akan sangat rentan dibandingkan dengan Jakarta (dilansir dari laman Kelompok Ilmu Geodesi ITB, 5 Agustus 2021).
Saat ini, Pekalongan berada di ketinggian 100 cm di atas permukaan laut. Apabila permukaan tanah terus mengalami penurunan, maka kota ini terancam tenggelam di tahun 2036.
Sementara Semarang, wilayah ini sebenarnya berada di dataran tinggi dengan rata-rata ketinggian wilayahnya mencapai 544 cm di atas permukaan laut. Banyak pihak memprediksi, kota ini terancam tenggelam di tahun 2050 jika tidak segera menerapkan mitigasi terbaiknya.
