Kisah Untung dan Semangat Menjaga Denyut Ekonomi Masyarakat Desa
“Dulu mikirnya anak enggak sampai putus sekolah. Bersyukur sekali sekarang bisa jadi guru PNS,” katanya.
Untung bercerita, sebelum merintis usaha toko tahun 1994, dia merantau ke Kabupaten Ngada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana Untung berjualan jam tangan hingga tiga tahun lamanya.
Hasil tabungannya di NTT inilah yang dijadikan modal untuk merintis usaha toko. Untuk mengenang masa sulit di perantauan Untung bahkan mengabadikan Kabupaten Ngada menjadi nama toko seperti saat ini.
Perjuangan Untung untuk bisa mandiri dari usaha toko di tanah kelahiran berbuah manis. Toko yang semula kecil terus berkembang mejadi lebih besar.
Kendati demikian, pandemi Covid-19 sempat membuat usahanya keteteran. Penjualan lesu hingga modal terus berkurang.