Kisah Ratu Pantai Selatan Bantu Sultan Agung Serang Mekkah dengan Wabah Mematikan
Pelafalan Imam Syafi’i dengan Iman Supingi menyesuaikan dengan lidah orang Jawa. Di depan Iman Supingi, Sultan Agung meminta untuk mendirikan sebuah pesarean (makam) di Mekkah.
Sultan Agung berharap ketika tutup usia nanti, dia bisa bermakam di Mekkah yang lokasinya berdekatan dengan makam para nabi. Namun permintaan yang disampaikan baik-baik itu, ditolak.
Dalam cerita legenda yang disampaikan Babad Nitik Sarta Cabolek, Iman Supingi beralasan Sultan Agung tidak layak bermakam di dekat makam nabi karena terlahir dari pertemuan seorang manusia dengan satu jin atau dewa, sehingga dapat meresahkan para nabi.
Sultan Agung tidak bisa menerima alasan yang diutarakan Iman Supingi. Raja Jawa itu seketika tersinggung. “Sultan Agung murka,” demikian yang tertulis dalam buku “Naik Haji di Masa Silam, Tahun 1482-1890”.
Saat itu juga Sultan Agung bertolak ke tanah Jawa. Dua mendatangi pantai selatan, tempat di mana Kanjeng Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul bertakhta. Sultan Agung mengadu. Dalam legenda sejarah Mataram Islam, Kanjeng Ratu Kidul merupakan istri raja-raja Jawa.