Kisah Raden Saleh dan Lukisan Masterpiece Banjir Jawa yang Hilang Misterius
Pada tahun 1855 ia kembali ke Batavia, dan sepanjang 1858-1859 membangun rumahnya yang besar dan megah di Cikini, Batavia. Pada tahun 1862, Raden Saleh memamerkan lukisan Watersnood op Midden Java dan Een gezigt op de Megamendong in de Preanger, di rumahnya.
“Dia menggantungkannya di balairung resepsi rumahnya yang bergaya neogotik di Cikini dan membuka pintu gerbangnya untuk masyarakat umum,” tulis Werner Kraus dalam Raden Saleh Kehidupan dan Karyanya.
Pameran lukisan yang digelar Raden Saleh menarik perhatian masyarakat Batavia, terutama para peminat seni. Dalam waktu yang cukup lama, menjadi pusat perhatian. Dalam kesempatan itu Raden Saleh juga melakukan kegiatan bersifat sosial.
Melalui Djati gesticht, yakni yayasan untuk tujuan sosial, ia banyak menyumbang ke masyarakat. Raden Saleh menunjukkan dua peran sekaligus: “Sebagai seorang seniman dan dermawan”.
Munculnya lukisan Watersnood op Midden Java atau kadang disebut Overstroming op Java di pameran menyedot perhatian. Banyak yang menyebut Watersnood op Midden yang disinyalir terpengaruh lukisan Le Radeau de la Meduse karya Theodore Gericault, sebagai puncak karya Raden Saleh.