Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Awal Kemunduran Kerajaan Kalingga hingga Munculnya Mataram Kuno
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pernikahan Politik dan Beda Agama yang Satukan 2 Dinasti Mataram Kuno

Senin, 17 Oktober 2022 - 07:00:00 WIB
Kisah Pernikahan Politik dan Beda Agama yang Satukan 2 Dinasti Mataram Kuno
Salah satu peninggalan candi era mataram kuno. (Foto: storymap).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pernikahan politik di era Kerajaan Mataram Kuno pernah menyatukan dua kekuatan yang ada. Pernikahan itu dilakoni oleh Pramodawardhani dari Dinasti Sailendra dengan Rakai Pikatan atau Mpu Manuku dari Dinasti Sanjaya.  

Pernikahan keduanya tak sekadar persoalan cinta, tapi ada pertimbangan politis. Keduanya juga menjalani pernikahan beda agama. Pramodawardhani beragama Buddha sedangkan Mpu Manuku beragama Hindu Siwa.

Dikutip dari buku "Perempuan-Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa' yang ditulis Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad, pernikahan Pramodawardhani dan Mpu Manuku bertujuan menciptakan dua kekuatan besar sekaligus menciptakan kedamaian antarumat beragama.

Alasan politik di balik perkawinan itu juga terlihat dari beda usia keduanya. Pendapat ini berpijak kepada Prasasti Munduan yang menyebutkan Mpu Manuku telah menjabat sebagai Rakai Patapan pada tahun 807 Masehi. Sementara Pramodawardhani masih menjadi pada tahun 824. Dengan demikian usia Mpu Manuku sebaya dengan mertuanya yaitu Samaratungga. 

Perkawinan antara Pramodawardhani dan Mpu Manuku menandai berakhirnya kekuasaan Dinasti Sailendra di Mataram Kuno yang beribukota di Medang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut