Kisah Pengembaraan Bung Karno Mencari Tuhan hingga Takbir Menutup Perjalanan Hidupnya
Juga tak bisa diukur dari fasihnya membaca ayat kitab suci. Bung Karno justru akhirnya menemukan Tuhan dalam kalbunya, yang selalu bergetar setiap mengingat Wagimin, temannya yang miskin.
"Ini (getaran kalbu) mengalirkan energi yang dahsyat dalam dirinya untuk berjuang melepaskan belenggu kolonialisme yang menjerat orang-orang seperti Wagimin,".
Getaran-getaran kalbu yang membawa Bung Karno mendekat dan menemukan Tuhan. Termasuk ketika memikirkan Utari, putri H.O.S Tjokroaminoto yang sempat jadi istri pertamanya, lalu ia ceraikan dalam keadaan masih suci demi cita-cita perjuangan. Kalbu Bung Karno juga bergejolak.
Kalbunya terus bergetar di setiap keheningan, mengingat dan memikirkan nasib Utari. "Itulah cinta. Siapa yang membuat ada cinta di kalbu seseorang? tentu semua itu tentang keberadaan yang gaib. Itulah akibat adanya Tuhan. Ia mencari terus!,” tulis Noto Soetardjo dalam buku Bung Karno Mentjari dan Menemukan Tuhan (1963).
Bung Karno kehilangan kekuasaan setelah terjadi peristiwa G30SPKI. Dalam buku “Hari-hari Terakhir Soekarno (2012)”, Peter Kasenda menulis, Bung Karno dalam keadaan sekarat saat dilarikan dari Wisma Yaso ke rumah sakit. Saat itu 16 Juni 1970.