Kisah Pengembaraan Bung Karno Mencari Tuhan hingga Takbir Menutup Perjalanan Hidupnya
Pastor Van Lith marah besar. "Kau ini orang berdosa berani menjelekkan Tuhan!," kata Van Lith. Bung Karno tertawa, ngeloyor pergi dan berkata, "Percayalah bahwa Tuhan akan memaafkan saya,".
Pengembaraan Bung Karno dalam pencarian Tuhan berlangsung panjang. Dia serap pengalaman kehidupan berbagai macam orang dan gambarannya tentang Tuhan. Gambaran Tuhan orang alim maupun orang awam.
Bung Karno merasa takjub dengan Al-Qur’an dan Hadist, tapi masih mencari Tuhan. Begitu juga konsep Tuhan dalam Hindu, Budha dan Kristen tidak memuaskannya. Dia merasa tidak menemukan Tuhan di sana, termasuk konsep yang digambarkan Haji Agus Salim.
Bung Karno mempelajari kitab-kitab ajaran agama. Dia membaca Al-Qur’an, Hadist dan banyak sumber lainnya. Dia juga membaca kitab-kitab yang berisi ajaran Hindu dan Budha. Dia pelajari semuanya dengan teliti.
Seperti yang ditulis Haji Achmad Noto Soetardjo dalam buku “Bung Karno Mentjari dan Menemukan Tuhan (1963)”, Bung Karno sadar menemukan Tuhan tidak bisa diukur dari banyaknya buku yang dibaca atau banyak berdiskusi dengan orang alim.