Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pangeran Diponegoro dan Pusaka Kiai Bondoyudo yang Bikin Belanda Takut

Rabu, 03 Agustus 2022 - 09:39:00 WIB
Kisah Pangeran Diponegoro dan Pusaka Kiai Bondoyudo yang Bikin Belanda Takut
Foto : lukisan penangkapan Diponegoro (foto repro)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Pangeran Diponegoro memiliki kerispusaka bernama Ki Ageng Bondoyudo atau Kiai Bondoyudo. Bondoyudo mengandung arti ahli duel tanpa senjata.

Selama berlangsungnya Perang Jawa (1825-1830), Diponegoro nyaris tidak pernah berjauhan dengan pusakanya. Sebagai senjata perang, keris pusaka berbilah lurus itu diyakini menyimpan kekuatan esoteris yang menguntungkan. 

Energi atau yoni yang terkandung di dalam pusaka dipercaya mampu menyokong Pangeran Diponegoro dalam memerangi kolonial Belanda. “(Kiai Ageng Bondoyudo) digunakan untuk mengobarkan semangat tempur balatentaranya di masa-masa sulit selama perang perang melawan Belanda,” tulis sejarawan Peter Carey dalam buku Takdir, Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855).

Diponegoro memiliki keris Kiai Bondoyudo sejak kembali dari Tegalrejo. Sebelum berubah menjadi keris pusaka, awalnya berupa mata panah. Dalam catatannya, Peter Carey menyebut Pangeran Diponegoro telah mengubah mata panah tersebut menjadi sebilah cundrik atau belati kecil.

Mata panah itu diperoleh melalui laku spiritual. Konon, kilatan cahaya yang tiba-tiba menghampiri Diponegoro saat khusyuk bersemedi. Kilatan cahaya yang menjelma mata panah itu lantas diberi nama Sarutomo. Nama yang terilhami dari Pasopati, senjata pamungkas Arjuna, tokoh Pandawa dalam kisah pewayangan Mahabarata.  

Oleh Diponegoro mata panah itu lantas diubah menjadi sebilah belati. Kemudian Raden Ayu Maduretno atau Ratu Ayu Kedaton, istri keempat Pangeran Diponegoro yang membawanya ke mana-mana.

“Di penghujung tahun 1827, belati itu dilebur dengan dua senjata pusaka lain untuk membuat satu keris pusaka yang diberi nama Kiai Ageng Bondoyudo,” kata Peter Carey.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut