Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ditangkap, Pembunuh Pria yang Jasadnya Ditemukan di Sungai Jombang Ternyata Tetangga Korban
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Kediri, Kerajaan yang Dibangun dari Cucuran Darah dan Air Mata Perang Saudara

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:12:00 WIB
Kisah Kediri, Kerajaan yang Dibangun dari Cucuran Darah dan Air Mata Perang Saudara
Prabu Jayabaya (istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

KEDIRI, iNews.id - Raja Airlangga (1009-1042) memutuskan membelah kerajaannya (Kahuripan atau Medang) menjadi dua setelah putrinya,  Sanggramawijaya Tunggadewi menolak meneruskan takhta. Tunggadewi mengambil jalan sunyi. Dia memilih tinggal di dalam gelapnya goa, tenggelam di balik tebalnya kabut gunung, menjaraki hiruk pikuk kehidupan duniawi.  

Tunggadewi menahbiskan diri sebagai pertapa. Rakyat lebih mengenal putri Airlangga itu sebagai Dewi Kilisuci. Airlangga sedih, tapi tetap menghormati keputusan putri mahkotanya.

Raja Airlangga kemudian meminta pertolongan Mpu Bharada untuk memberi tapal batas wilayah kerajaan yang akan dibelahnya. Bharada seorang brahmana dari Lemah Tulis.

Dia berjasa besar dalam penaklukan Calon Arang, seorang janda sakti penganut sekte tantra bhairawa dari Jirah (sekarang Gurah) yang teror pagebluknya membuat Airlangga kalang kabut.

Mpu Bharada melaksanakan titah raja. Dengan menggamit sebuah kendi tanah liat berisi air, tubuhnya mengangkasa. Sembari terus bergerak, dari udara Mpu Bharada menumpahkan air kendi sedikit demi sedikit.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut