Kisah Jenderal Hoegeng Ditempeleng Perwira Jepang Gara-Gara Jam
Sejak Jepang menduduki Jakarta, kampus RHS tutup. Namun suatu hari, yakni di hari Sabtu, muncul kabar Jepang akan mengumpulkan seluruh mahasiswa di kampus, tidak terkecuali Hoegeng.
Dia mendapat kabar itu dari seorang petugas yang diduga sebagai kurir Jepang. "Ia bilang kuliah akan dibuka kembali". Kabar itu benar adanya. Esok harinya, seluruh mahasiswa termasuk Hoegeng berkumpul di kampus.
Kampus RHS berada di sebelah Gedung Museum Gajah. Di gedung tempat pertemuan itu, tidak terlihat satu pun profesor atau dosen kampus. Selain mahasiswa, terlihat seorang perwira Kenpetai (polisi rahasia Jepang) bersama sejumlah bawahannya.
Perwira Jepang itu memberi pengumuman, di hari itu para mahasiswa ditugasi memindahkan semua buku-buku ke museum.
Hoegeng yang sempat berbicara langsung, ditugasi memindahkan buku Prof Van Den Berg. Hoegeng sudah hendak melakukan tugasnya. Namun, perwira Jepang itu mengatakan: Tunggu jam 01.00, mulai jam 01.00 !.