Kisah Inspiratif Rayyan, Wisudawan Terbaik di Unesa Lulus Tanpa Skripsi IPK 3,89
"Aktif kegiatan kampus itu tidak ada ruginya, selama itu kegiatannya positif. Kalau saya sama teman-teman kerjaannya cari ide dan diskusi buat inovasi apa untuk dilombakan di tingkat wilayah maupun nasional. Kegiatan membuat saya bisa terus tertantang dan tumbuh," katanya.
Menurutnya, terkait inovasi itu tidak ada berhentinya. Inovasi hadir dari kegelisahan, keingintahuan dan proses diskusi dengan teman-teman serta dosen atas berbagai persoalan dan tantangan di sekitar dari aspek robotik.
Inovasi lanjutnya, tidak boleh berhenti dan cepat berpuas diri, tetapi harus terus dikembangkan sehingga dapat bersaing dengan berbagai inovasi kampus lain.
Atas kegigihannya dalam belajar dan inovasi yang dihasilkannya itu, Rayyan tidak hanya lulus tanpa skripsi, tetapi lulus dengan IPK 3.89 dan dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik Unesa serta mendapatkan apresiasi berupa tabungan pendidikan.
Setelah menyandang gelar sarjana, Rayyan berbagi rencana studinya ke depan. Dia bercita-cita melanjutkan studi ke jenjang S-2 dengan rumpun program studi yang sejalur dengan sarjananya.
"Insya Allah jika diberikan kesempatan, akan lanjut ke pendidikan yang lebih tinggi dan terus membuat inovasi-inovasi yang lainnya," ucapnya.
Editor: Donald Karouw