Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duka Kloter 12 Malang, 2 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Pesawat dan Bus
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Heroik Pejuang Arek-Arek Malang Lawan Belanda-Sekutu demi Pertahankan Kemerdekaan

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 15:59:00 WIB
Kisah Heroik Pejuang Arek-Arek Malang Lawan Belanda-Sekutu demi Pertahankan Kemerdekaan
Tentara Belanda dan sekutu saat masuk kawasan Kayutangan, Kota Malang (KITLV Leiden / istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

"Itu serangan umum sesuai instruksi Jenderal Sudirman yang diminta membuat serangan agar tahu bahwa TNI dan Indonesia masih ada. Jadi bicara serangan umum tidak hanya di Yogyakarta saja, di Malang juga ada, ada dua kali skalanya memang nggak sebesar di Yogyakarta," katanya.

"Selama ini kan mungkin yang dikenal peristiwa Malang Bumi Hangus di tahun 1947 waktu agresi militer pertama untuk mengantisipasi Malang diduduki itu dibakar semua, tapi setelah itu ada peperangan lagi di mana-mana," ucapnya lagi.

Apalagi pascaproklamasi kemerdekaan, nyaris satu orang arek Malang memiliki satu senjata rampasan dari tentara Jepang. Sehingga hal ini sempat membuat gentar Belanda berkonfrontasi melawan arek-arek Malang.

"Perlawanan tidak hanya di Kota Malang saja, di Kabupaten Malang itu selain di Kalijahe, Jabung, ada di Karanganyar dan Belung, Poncokusumo, Wajak, belum lagi di Tumpang di sekitar wilayah Rumah Sakit Sumber Santoso itu, terus Turen," ujarnya.

Perlawanan juga muncul di wilayah Barat Malang di daerah Wagir hingga utara di wilayah Pujon dan Kota Batu. Sayang dia belum menemukan literasi detail mengenai sosok yang berjuang melakukan perlawanan ke tentara sekutu dan Belanda.

"Bicara serangan di Malang ini tak kalah dari Surabaya dan beberapa wilayah lainnya di Jawa Timur. Jadi di sini memang diperhitungkan karena para pejuang sipil, dari rakyat itu sudah bawa senjata masing-masing hasil rampasan dari Jepang," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut