Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hari Pahlawan, Grand Mercure Malang Mirama Beri Penghargaan pada Orang Tua Disabilitas
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Heroik Bung Tomo dan Sungkono, 2 Tokoh Penggerak Gelombang Gerakan 10 November

Selasa, 09 November 2021 - 12:24:00 WIB
Kisah Heroik Bung Tomo dan Sungkono, 2 Tokoh Penggerak Gelombang Gerakan 10 November
Kisah heroik Bung Tomo sebagai tokoh penggerak perjuangan 10 November 1945. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

"Bismillahirrohmanirrohim..Merdeka!!! Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui. Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.

Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang. Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka," kata Bung Tomo dalam seruannya.

Saat Bung Tomo mengudara dengan lantangnya di udara, darah arek-arek Surabaya sudah mendidih di sepanjang petang sampai dini hari. Suara senapan dan riak kecil pengepungan sudah dilakukan sekutu pada 9 November 1945. Arek-arek Suroboyo sudah berkumpul, membunuh dinginnya malam sambil menunggu seruan untuk bergerak. Perkampungan kecil dipadati para gerilyawan, berbagai pasang mata tetap terjaga, menunggu tank lewat dan menyergapnya dengan kilat.

Kolonel Sungkono, seorang pria yang waktu itu masih berusia 31 tahun masuk ke kampung-kampung untuk mengumpulkan pejuang. Suara seraknya seperti mau marah, memukul gerbang-gerbang rumah dengan semangatnya. Mereka diajak berkumpul di ujung pintu Markas Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Jalan Pregolan 4, Surabaya.

Tidak ada senyum tersungging dari Sungkono. Matanya terjaga seperti burung hantu, menatap serangkaian pasang mata dari arek-arek Suroboyo yang sudah menunggunya dengan gelisah dan keringat yang masih bercampur dengan darah di peluh perjuangan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut