Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Di Balik Sketsa Wajah Pangeran Diponegoro, Dilukis saat Dikurung di Batavia

Senin, 04 Juli 2022 - 05:30:00 WIB
Kisah Di Balik Sketsa Wajah Pangeran Diponegoro, Dilukis saat Dikurung di Batavia
Kisah sketsa wajah Pangeran Diponegoro yang dilukis juru gambar asal Belanda. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara pakaian Diponegoro, yakni kebaya yang ditutup kancing dan jas longgar yang disampirkan di bahu, kemudian keris terselip pada selempang berhias sulaman serta kepala tertutup serban dengan ujung tergantung di atas bahu kiri, ia tuntaskan dalam sketsa kasar.       

Pada masa di antara 8 April dan 4 Mei tahun 1830 itu, Jan Bik berhasil menuntaskan gambar sketsa Diponegoro separuh badan. Ia menuliskan dua judul di sebelah kiri bawah dan tengah lukisan: A.J. Bik, digambar dari model hidup, Batavia 1830 dan Diponegoro, kepala para pemberontak di Jawa.

Pada tahun 1898 atau 68 tahun kemudian, Jan Bik yang beralamat tinggal di Batavia menghadiahkan album bersampul kain linnen merah kepada Rijksmuseum di Amsterdam Belanda. Album itu berisi 98 lembar halaman yang tertempel 74 gambar dan beberapa litografi.

Salah satu gambar yang tertempel itu dan menjadi gambar terpenting adalah lukisan sketsa wajah Pangeran Diponegoro. “Sketsa pensil dari seorang pria, yang digambarkan hanya separuh badan: dia duduk di atas kursi,” tulis Harm Stevens dalam Yang SilamYang Pedas, Indonesia dan Belanda Sejak Tahun 1600.

Seperti yang tercatat dalam sumber sejarah. Dari Batavia, Pangeran Diponegoro kemudian menjalani pembuangan ke Manado (1830) dan berlanjut di Fort Rotterdam, Makassar (1833). Pada pukul setengah tujuh pagi tanggal 8 Januari 1855, pangeran Jawa yang sangat ditakuti Kolonial Belanda itu, wafat di tanah pengasingannya. Teks dari akta kematian itu menyebut, meninggal dunia sebagai akibat dari menurunnya tenaga karena usia lanjut.     

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut