Kiai Sepuh NU Sepakati 3 Rumusan untuk Pesantren Hadapi Covid-19
Mengenai keputusan beberapa pondok pesantren yang membuka aktivitasnya apakah tidak berisiko menciptakan klaster baru, mantan Jubir Presiden ke-3 RI KH Abdurrahman Wakhid menegaskan, pesantren telah secara ketat menerapkan protokol kesehatan.
"Pesantren telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Dimulai isolasi mandiri santri sebelum ke pondoknya, juga rapid test yang banyak dilakukan ponpes secara mandiri. Kita jangan hanya bicara klaster, tapi bicaralah tentang dukungan fasilitas kepada pesantren. Itu yang kita upayakan," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2020).
Rapat penting yang dimoderatori Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf tersebut berlangsung di Aula Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Hadir beberapa kiai khos dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di antaranya dari Jawa Timur ada Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, KH Anwar Mansur, KH Kafabihi Mahrus, KH Hasan Mutawakil Alallah, KH Idris Hamid, KH Agus Ali Masyhuri, KH Anwar Iskandar, KH Ubaidilah Faqih dan KH R Azzaim Ibrahimy. Sedangkan dari Jawa Tengah ada KH Ubaidilah Shodaqoh dan KH Muadz.
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai respons atas situasi di lapangan, dimana sudah banyak pesantren memulai aktivitasnya secara mandiri dan masih banyak lagi pesantren yang belum memulai aktivitasnya karena beberapa hal. Di antaranya kesiapan secara mandiri pesantren dalam menjalankan protokol Covid-19 dan masih adanya larangan oleh beberapa pemerintah daerah