Kiai Nusantara Berkumpul di Kediri, Tegaskan Pesantren Benteng Perlindungan Anak
KEDIRI, iNews.id - Pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam forum Multaqa Ru'asa' al-Ma'ahid di Pondok Pesantren Al-Amien, Kediri, Jawa Timur, Kamis hingga Jumat (11–12/6/2026).
Pertemuan para kiai tersebut untuk menyikapi maraknya sorotan publik terhadap berbagai kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan
Forum tersebut juga sekaligus menjadi ruang musyawarah strategis para kiai, pengasuh pesantren, ulama, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang aman, ramah anak, serta penjaga moralitas generasi bangsa.
Ketua Panitia, Gus Faried, dalam laporannya menyampaikan bahwa pesantren memiliki tantangan besar di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, berbagai pemberitaan negatif tentang pesantren kerap mendominasi ruang publik dan media sosial, meskipun secara statistik kasus yang terjadi di pesantren hanya sebagian kecil dari keseluruhan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.
"Berdasarkan data tahun 2025, terdapat sekitar 1.117 kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren dari total 91.813 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia. Namun yang sering menjadi sorotan publik justru kasus-kasus yang terjadi di pesantren," ujar Gus Faried dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Gus Farid menilai tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pesantren membuat setiap kasus yang muncul mendapat perhatian besar. Karena itu, pesantren perlu lebih aktif menyampaikan berbagai praktik baik, prestasi, dan kontribusinya kepada masyarakat.
"Jika kita tidak aktif menyampaikan informasi positif tentang pesantren, maka kepercayaan masyarakat bisa tergerus. Padahal pesantren adalah tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia," katanya.
Atas dasar itu, forum Multaqa Ru'aasa' al-Ma'ahid mengangkat tema "Memperkokoh Pesantren sebagai Benteng Perlindungan Anak serta Penjaga Moralitas dan Akhlak Anak-Anak Indonesia."
Wakil Wali Kota Kediri, Kiai Marsudi Syuhud, mengapresiasi terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, dunia pesantren menunjukkan komitmen besar untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan demi menjaga martabat pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menjadi tumpuan umat.
Dia menegaskan bahwa berbagai bentuk kekerasan, mulai dari perundungan, kekerasan fisik, kekerasan psikis, hingga kekerasan seksual tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
"Setiap anak adalah amanah. Mereka hadir di lingkungan pesantren untuk dibimbing, dilindungi, dan dipersiapkan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi masyarakat," ujar Kiai Marsudi.