Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda NTT Bongkar Perdagangan Rokok Ilegal di 3 Kabupaten, Ribuan Bungkus Disita
Advertisement . Scroll to see content

Kayutangan, Pusat Perdagangan dan Bisnis Belanda yang Monumental di Kota Malang 

Rabu, 12 Januari 2022 - 15:23:00 WIB
Kayutangan, Pusat Perdagangan dan Bisnis Belanda yang Monumental di Kota Malang 
Kawasan Kayutangan, pusat perdagangan dan bisnis di Kota Malang sejak zaman Belanda. (Foto: MPI/Avirista Midaada).
Advertisement . Scroll to see content

Barang–barang elektronik, otomotif, hingga peralatan rumah tangga berkualitas dengan harga mahal, menjadi salah satu komoditi Kayutangan di masa lalu. Barang–barang ini menjadi salah satu incaran para saudagar kaya dan crazy rich Belanda dan beberapa warga Eropa lainnya yang berada di Kota Malang saat ini.

"Jadi barangnya luxury (mewah), ada sepeda, ada suku cadang mobil Chevrolet, Ford, ada piano, alat-alat musik, arloji, buku. Kalau permata bukan di situ, di Jalan Gatot Subroto," ujarnya. 

Puncak kejayaan Kayutangan terjadi sekitar tahun 1930–1940. Saat itu, perekonomian Belanda kembali bangkit. Hal ini terjadi setelah tahun 1930, Belanda mengalami depresi ekonomi yang menyebabkan keuangan Belanda terguncang, yang berimbas pada pembangunan Kota Malang yang terbengkalai.

"Puncak kejayaan kawasan 1930-1940 karena pembangunan kota baru selesai 1930, itu baru selesai karena Belanda punya banyak duit, dagangannya agak lancar, tahun 1930 kena depresi ekonomi dunia berhenti," katanya. 

Di kawasan ini arus berdagangan barang cukup masif, barang–barang ini diangkut menggunakan trem dan mobil bak terbuka semacam pick-up. Tetapi ada juga kendaraan tradisional seperti cikar dan dokar yang masuk ke tengah kota, untuk mengangkut barang–barang dari kawasan Kayutangan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut