“Kami akan bimbing Shalfa agar dapat tampil dan berprestasi di ajang PON tahun mendatang,” katanya.
Sementara itu, Penasihat hukum Shalfa sekaligus perwakilan keluarga Imam Mohlas, menerima permintaan maaf tersebut. Persoalan ini dianggap telah selesai dengan jalan mediasi.
“Artinya kami mengesampingkan permasalahan yang ada dan menerima permohonan maaf dari pelatih. Keluarga juga masih berharap Shalfa dapat mewakili Jatim untuk PON 2020,” kata Imam.
Pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada wali kota Kediri, ketua KONI Jatim, gubernur dan Sesmenpora yang selama ini mendorong penyelesaian masalah tersebut.
Sebelumnya, atlet senam artistik asal Kota Kediri Shalfa Avrila Sania dicoret dari skuad Timnas Sea Games 2019 setelah dihantam isu keperawanan. Bahkan, selama mengikuti puslatda kurang lebih 19 bulan dan pelatnas dua bulan, Shalfa hanya menerima honorarium senilai Rp200.000 per bulan.
Editor: Donald Karouw