KAHMI Pamekasan Minta Pemkab Atur Pembatasan Pergerakan Warga dan Jamin Ketersediaan Logistik
"Sebab, dengan adanya jaminan akan kebutuhan bahan pokok, Insya Allah masyarakat akan lebih tenang di rumah dan anak istrinya terjamin kebutuhan dasarnya," ujar Iskandar.
Mantan anggota DPRD Pamekasan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan, saat ini persoalan bangsa bukan semata-mata masalah kesehatan saja, akan tetapi juga masalah ekonomi. Pembatasan wilayah yang tidak diimbangi oleh upaya penyediaan distribusi kebutuhan bahan pokok yang memadai, akan berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat.
Iskandar yang juga Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Madura ini menjelaskan, masyarakat di Pulau Madura, termasuk Pamekasan banyak yang menjadi perantau di berbagai daerah. Jumlah TKI di pulau berpenduduk sekitar sejuta lebih ini juga tidak sedikit. Saat virus corona melanda banyak perantau asal Madura yang pulang ke kampung halamannya.
"Salah satu upaya pencegahan yang menarik untuk bisa diterapkan di desa-desa lain adalah dengan mendirikan rumah karantina, seperti yang telah dilakukan Desa Bulangan Barat," ujarnya.
Di desa ini, semua warga perantau, baik dari dalam negeri maupun di luar negeri, harus tinggal di rumah karantina tersebut selama 14 hari sebelum berkumpul dengan keluarganya.
Editor: Umaya Khusniah