"Saat ini ada kebijakan rumah sehat. Rumah sehat ini kan butuh alat medis, nah alat medis yang tahu kan kepala puskesmas. Sampai kemarin saya rinci tabung oksigen ada, ternyata kosong semua. Kalau masyarakat butuh oksigen bagaimana?," katanya.
Padahal kebijakan rumah sehat ini merupakan kebijakan daerah guna mengurangi angka kematian akibat Covid-19. Namun di sisi lain, Zainal menganggap jika dr Nanik sulit untuk melakukan koordinasi. Kendati semua kebutuhan yang diperlukan untuk keberlangsungan rumah sehat sudah dipenuhi para Kades.
"Regulator oksigen kita belikan, katanya selang infus harus diganti, oke kita siapkan. Sampai saat ini kalau kita ajak bicara selalu bilang setandart aturan. Kepala desa ini bersusah payah agar masyakaratnya tidak meninggal. Kita upayakan semaksimal mungkin apa yang dibutuhkan masyarakat bisa terpenuhi," katanya.
Imbas kekecewaan itulah yang kemudian membuat Zainal dan seluruh Kades se-Kecamatan Bandar Kedungmulyo melakukan aksi penyegelen pintu masuk puskesmas.
Menurutnya, keberadaan puskesmas sebagai garda depan penanganan Covid-19 tidak berjalan. Lantaran warga yang melakukan pemeriksaan di puskesmas tersebut langsung dirujuk ke RSUD Jombang.