Isak Tangis Warnai Pemakaman Masinis KA Sancaka
Keluarga besar almarhum, kata dia, merasa sangat kehilangan mengingat selama hidupnya Mustofa dikenal sebagai pribadi yang baik. Masinis KA Sancaka itu merupakan sosok yang ringan dalam membantu antarsesama dan dermawan. Di kalangan para sahabat, Mustofa disebut-sebut sebagai kawan yang gemar dalam berbagi.
"Tapi ya bagaimana lagi. Ini sudah garis dari yang maha kuasa. Mudah-mudahan almarhum husnul khotimah. Keluarga juga diberi ketabahan. Mohon doanya," ucapnya.
Suparno berharap semua pihak bisa mengambil hikmah atas musibah tersebut. Seluruh sarana-prasarana berkaitan dengan keamanan dan keselamatan sebaiknya untuk segera diperbaiki. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. "Khusus untuk keluarga, kami berharap ada perhatian PT KAI. Sebab almarhum meninggalkan istri dan seorang balita. Dan Mustofa ini satu-satunya tulang punggung keluarga," pungkasnya.
Diketahui, jenazah Mustofa telah disalatakan di masjid tepat di samping rumah korban di Desa Sumberbening, Kecamatan Balerjo, Kabupaten Madiun, Jatim. Keluarga, kerabat dan kolega Mustofa di PT KAI memanjatkan doa sebagai penghormatan sebelum akhirnya mengantarkan Mustofa ke peristirahatan terakhir.
Editor: Achmad Syukron Fadillah