Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bea Cukai Malang Gagalkan Peredaran 84.000 Batang Rokok Ilegal, 1 Orang Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Kasus Pengusiran Pendakwah Haikal Hassan, Pemkot Malang Kumpulkan Tokoh Agama 

Rabu, 26 Januari 2022 - 17:40:00 WIB
Heboh Kasus Pengusiran Pendakwah Haikal Hassan, Pemkot Malang Kumpulkan Tokoh Agama 
Silaturahmi ulama dan umaro Kota Malang meredam isu SARA, Rabu (26/1/2022). (Foto: MPI/Avirista Midaada).
Advertisement . Scroll to see content

"Pengumpulan ini dalam rangka untuk menjaga kondusifitas Kota Malang. Karena sekarang ada isu-isu SARA yang berkembang dan Kota Malang ini tempatnya mahasiswa dari semua," tutur Sutiaji kepada wartawan usai pertemuan. 

"Sekarang lagi ramai Kalimantan, jangan sampai ada gap atau clash antara daerah satu dengan daerah lain. Kita menyadari. Tokoh agama yang dikumpulkan tentu karena mereka punya umat, dan menyampaikan kepada umat mereka," tambahnya. 

Dirinya menegaskan masing-masing kelompok di masyarakat untuk sama-sama saling menjaga dan tidak membuat kegaduhan. Maka ia menegaskan pentingnya saling bersinergi baik organisasi kemasyarakatan berbasis agama, maupun lainnya. 

"Kadang masih mengatasnamakan, ada orang yang masing-masing mengatasnamakan kelompok A, B. Kemudian membuat surat, itu akan membuat kegaduhan. Itu nanti pentingnya kita bersinergi dengan organisasi induk. Kalau masjid sudah ada wadahnya, siapapun harus gabung ke Dewan Masjid Indonesia. Tidak peduli itu NU, Muhammadiyah, garis keras, garis nggak keras, harus ada di sana," terang pria kelahiran Lamongan ini. 

Dia juga mengungkapkan perlunya kearifan lokal masing-masing wilayah untuk meminimalisir potensi permasalahan SARA. Maka dirinya menegaskan tak akan memberi toleransi bila ada orang-orang atau pihak-pihak yang menghalalkan segala cara berdalih agama. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut