Kapolres Mojokerto juga mengatakan, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi terkait kasus penganiayaan yang berujung kematian salah seorang santri. Para saksi yang diperiksa termasuk santri dan pengurus Ponpes Mambaul Ulum. “Kami sudah periksa empat orang dan sekarang masih prarekonstruksi,” katanya.
Sementara itu, jenazah korban Ari Rivaldo sudah dimakamkan, seusai diautopsi. Korban dimakamkan di pemakaman keluarga Ponpes Mambaul Ulum yang tidak jauh dari lokasi ponpes di Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Diketahui, korban Ari Rivaldo (17), muntah darah dan tak sadarkan diri, Selasa (20/8/2019) dini hari. Informasi yang dirangkum iNews dari saksi, korban dianiaya seniornya bersama teman-temannya karena tidak meminta izin saat keluar meninggalkan pondok.
Seniornya pun marah. Pelaku datang ke kamar dan langsung menganiaya korban dan teman-temannya tengah malam. Korban ditendang dan dipukul, hingga muntah darah dan kepalanya luka. Korban kemudian dibawa teman-temannya ke RSU Mojosari, dan dirujuk ke Rumah Sakit Sakinah, Mojokerto. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.
Editor: Maria Christina