MOJOKERTO, iNews.id – Hasil autopsi menunjukkan penyebab kematian Ari Rivaldo (17), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), karena tengkorak belakang kepala korban. Diduga penyebabnya karena benturan atau pukulan benda tumpul.
Jenazah korban diautospi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong,Sidoarjo, Selasa malam (20/8/2019). Diketahui, korban tewas saat perjalanan ke Rumah Sakit Sakinah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Santri asal Kota Bontang, Kalimantan Timur itu, dilarikan ke rumah sakit setelah muntah darah dan tidak sadarkan diri usai dianiaya oleh seniornya di Ponpes Mambaul Ulum.
Tak Minta Izin saat Keluar Pondok, Santri di Mojokerto Tewas Dianiaya Senior
“Dari hasil autopsi, akibat luka di kepala, tengkorak belakang pecah. Makanya kami cari sebabnya kenapa,” kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno di Mapolres Mojokerto, Rabu (21/8/2019).
Namun, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Dari hasil autopsi tersebut, polisi masih akan melakukan gelar perkara untuk mengungkap tewasnya korban Ari Rivaldo, yang diduga dianiaya seniornya berinisial WN.
“Kami masih minta waktu, kan belum satu kali 24 jam, sedang diprarekonstruksi karena menghilangkan nyawa orang harus jelas perannya, jelas sebab kematiannya dan sebagainya. Jadi masih kami dalami. Mohon waktu. Saya jamin satu kali 24 jam pasti akan kami rilis,” kata Kapolres Mojokerto.