Hari Perempuan Internasional, Khofifah Dorong Perempuan Terus Maju
Meski partisipasi perempuan yang mengambil jurusan di bidang STEM tinggi saat di bangku kuliah, akan tetapi partisipasi tersebut menurun drastis saat masuk ke dunia profesional.
Masih dari sumber data yang sama, di dunia industri STEM, hanya dua dari sepuluh perempuan memilih berkarir secara profesional. Dan hanya tiga dari sepuluh perempuan yang menjadi peneliti di dunia STEM.
Hal tersebut dikarenakan 61 persen perempuan masih memikirkan stereotipe gender saat mencari kerja. Kemudian sebanyak 50 persen perempuan tidak tertarik berkarir di bidang STEM karena kuatnya sentimen dominasi laki-laki. Dan sebanyak 45 perempuan percaya bahwa STEM tidak sesuai untuk perempuan.
“Sedangkan pendorong perempuan mengejar karir di bidang STEM ada beberapa faktor. Diantaranya dukungan orang tua, adanya beasiswa, adanya role model di bidang STEM dan juga adanya dukungan dari institusi dan sekolah,” kata Khofifah.
Oleh sebab itu, di era yang kian maju, Khofifah mendorong agar perempuan terus berkontribusi untuk negeri. Terlebih di era yang serba teknologi, kini perempuan tak lagi dibatasi dengan stigma bekerja harus meningggalkan kewajibannya sebagai istri maupun ibu dalam rumah tangga. Bekerja bisa dilakukan di mana dan kapan saja.
“Perempuan harus terus berpikiran maju dan bergerak maju. Perempuan tetap bisa menjaga harkat dan martabatnya tapi di sisi lain juga tetap bisa memberikan dedikasi dan kontribusi di bidang yang mereka gemari. Selamat Hari Perempuan Internasional,” kata Khofifah.
Editor: Kastolani Marzuki