Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Besar Magnitudo 6,1 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe
Advertisement . Scroll to see content

Gempa Besar Ancam Jatim, Pakar Geofisika UB: Lempeng Malang Selatan Sudah Tua

Minggu, 11 April 2021 - 22:38:00 WIB
Gempa Besar Ancam Jatim, Pakar Geofisika UB: Lempeng Malang Selatan Sudah Tua
Sejumlah anggota TNI-Polri bergotong rotong membersihkan puing-puing bangunan rumah warga yang roboh akibat gempa bermagnitudo 6,1 di Malang, Jatim. (Foto: MNC Portal/Avirista Midaada)
Advertisement . Scroll to see content

Adi sempat merilis hasil analisisnya mengenai gempa pada 2006 lalu. Hal ini dilakukan setelah Indonesia diterpa banyak gempa, baik di Yogyakarta, Pangandaran dan sebagainya. Kejadian tersebut membuat masyarakat panik dan menerka-nerka waktu kejadian gempa di Indonesia. 

Pada salah satu analisisnya, Adi memfokuskan pada periodisasi gempa besar yang terjadi di Jawa Timur (Jatim). Jatim tercatat pernah mengalami gempa besar pada 1967. Tidak ada yang tahu besaran gempa tersebut, mengingat alat pendeteksi belum secanggih saat ini. 

Berdasarkan laporan yang ada, gempa 1967 telah memberikan dampak kerusakan cukup besar.  "Rusak sekian di daerah Dampit, Gondanglegi, ke arah barat banyak yang rusak. Pusatnya juga masih belum modern saat itu. Sehingga tidak diketahui berapa kekuatan, hanya kisaran kerusakan di daerah ini. Ada rumah hancur dan meninggal. Itu saja," kata Adi. 

Selanjutnya, peristiwa gempa besar di Jatim kembali terjadi pada 1994. Gempa yang terjadi di Banyuwangi tercatat memiliki kekuatan sebesar 7,6 SR. Peristiwa ini menyebabkan rumah rusak, ratusan warga terluka dan meninggal. 

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri menjelaskan, setidaknya ada tiga penyebab gempa bumi di Jatim. Pertama, gempa yang bersumber pada subduksi lempeng Indo-australia dan Eurasia di wilayah Selatan Jawa. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut