Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Besar Magnitudo 6,1 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe
Advertisement . Scroll to see content

Gempa Besar Ancam Jatim, Pakar Geofisika UB: Lempeng Malang Selatan Sudah Tua

Minggu, 11 April 2021 - 22:38:00 WIB
Gempa Besar Ancam Jatim, Pakar Geofisika UB: Lempeng Malang Selatan Sudah Tua
Sejumlah anggota TNI-Polri bergotong rotong membersihkan puing-puing bangunan rumah warga yang roboh akibat gempa bermagnitudo 6,1 di Malang, Jatim. (Foto: MNC Portal/Avirista Midaada)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Pakar geofisika kebencanaan Universitas Brawijaya (UB) menilai lempeng di wilayah Malang Selatan mudah patah akibat berusia tua. Sehingga menyebabkan lempeng berpotensi mengalami gempa.

Guru Besar Bidang Geofisika Kebencanaan dan Eksplorasi Sumberdaya Alam Universitas Brawijaya (UB), Profesor Adi Susilo mengatakan, berdasarkan analisisnya potensi gempa berkekuatan Magnitudo 6-7 di selatan Malang sebenarnya kecil. Begitu pun dengan kekuatan 8 maupun 9 SR, ini berpotensi sangat kecil terjadi di Malang.

"Kekuatan 8 maupun 9 SR (Magnitudo) ini pun berpotensi sangat kecil terjadi di Malang. Enam itu pun akan jarang-jarang, yang banyak itu (magnitudo) empat dan lima cukup banyak," ucap Adi Susilo, Minggu (11/4/2021).

Dari catatan sejarah gempa, Adi pun memetakan periodisasi gempa besar kemungkinan terjadi setiap 20 sampai 30 tahun. Hasil analisis Adi pada 2006 lalu menyimpulkan peristiwa tersebut kemungkinan akan terjadi pada 2010 atau 2020. "Itu memang 27 tahun (jarak dengan 1994). Jadi kayak kok pas juga 27 tahun," kata Adi. 

Meski Jawa Timur memiliki potensi gempa besar, hal ini bukan berarti masyarakat harus panik. Yang perlu diterapkan pada diri masing-masing warga itu kewaspadaannya. "Biasa tapi dalam posisi waspada. Yang utama itu," ungkapnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut