"Karena ada tekanan darah tinggi, RS Muhammadiyah merujuk ke sini (RSUD dr Soetomo)," ucapnya.
Setelah sempat masuk ke ruangan Instalasi Rawat Darurat (IRD) pada pukul 20.00 WIB, dilakukan tindakan operasi sesar. Pelaksanaan operasi berjalan lancar, namun untuk alasan kesehatan bayi langsung dimasukan ke ruangan inkubator.
Mughni dan istri maupun keluarga lainnya tak mengetahui dan diperlihatkan bayi tersebut. Mughni hanya menerima ari-ari bayi dan mendapat keterangan dari perawat jika bayi lahir sehat dan berkelamin perempuan.
“Saya juga tidak diberikan kesempatan untuk azan pada bayi, kalau anak-anak saya lainnya bisa. Istri saya juga tidak diberikan menyusui untuk pertama kali usai melahirkan," ucapnya.
Keesokan harinya (Sabtu), Mughni meminta izin untuk melihat bayinya, namun pihak rumah sakit menjanjikan baru bisa dijenguk pada Minggu. Mughni pun kebingungan dengan lamanya waktu dia untuk bertemu dengan sang buah hati.