Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Bongkar Sindikat STNK Palsu Jaringan Surabaya-Pasuruan, 5 Orang Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Empon-Empon Bisa Tangkal Virus Korona, Profesor asal Pasuruan Buktikan lewat Penelitian

Senin, 02 Maret 2020 - 16:21:00 WIB
Empon-Empon Bisa Tangkal Virus Korona, Profesor asal Pasuruan Buktikan lewat Penelitian
Ketua Tim Riset Virus Korona dan Formulasi Vaksin PNF sekaligus Guru Besar Biomolekuler Universitas Airlangga Surabaya Profesor Chairul Anwar atau CA Nidom. (Foto: iNews/Jaka Samudra)
Advertisement . Scroll to see content

PASURUAN, iNews.idVirus korona yang kian tak terkendali dan menghebohkan dunia membuat sekelompok peneliti dipimpin profesor asal Pasuruan melakukan eksperimen pembuatan antivirus. Dalam penelitian tersebut, tim memanfaatkan empon-empon yang terbukti ampuh menangkal virus korona.

Empon-empon atau rempah-rempah yang digunakan dalam penelitian itu biasanya digunakan sebagai bumbu dapur untuk memasak oleh masyarakat Indonesia dan bahan jamu tradisional. Rempah-rempah itu di antaranya jahe, kunyit, daun sereh, dan temulawak. Bahan-bahan ini juga banyak ditemukan di pasar.

Eksperimen mengenai manfaat empon-empon untuk menangkal virus korona ini dilakukan di Laboratorium Professor Nidom Foundation atau PNF yang terletak di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gading Rejo, Kota Pasuruan, Minggu petang (1/3/2020).

Empon-empon atau rempah-rempah yang diteliti bisa untuk menangkal virus korona. Eksperimen ini dipimpin Guru Besar Biomolekuler Universitas Airlangga Surabaya Profesor Chairul Anwar atau CA Nidom. (Foto: iNews/Jaka Samudra)
Empon-empon atau rempah-rempah yang diteliti bisa untuk menangkal virus korona. Eksperimen ini dipimpin Guru Besar Biomolekuler Universitas Airlangga Surabaya Profesor Chairul Anwar atau CA Nidom. (Foto: iNews/Jaka Samudra)

Penelitian manfaat empon-empon dipimpin Ketua Tim Riset Corona Virus dan Formulasi Vaksin PNF sekaligus Guru Besar Biomolekuler Universitas Airlangga Surabaya, Profesor Chairul Anwar atau CA Nidom.

Sebagai media penelitian, di laboratorium yang dibangun tiga tahun lalu ini telah tersedia 30 ekor ferret, hewan mamalia. Ada tiga formulasi yang dilakukan peneliti untuk mengetahui infeksi virus korona. Pertama dengan menginjeksikan ramuan empon-empon ke ferret secara terus-menerus. Kedua, menginjeksi virus ganas selevel korona, lalu beberapa saat setelahnya ferret disuntik virus.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut