DVI Polda Jatim: Proses Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Ambruk Butuh 3 Hari
Khudnan menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan puluhan sampel DNA dari keluarga korban untuk mempercepat proses identifikasi.
“Besok pagi, sampel DNA dari keluarga langsung kami kirim ke Pusdokkes Polri. Saat ini ada 57 sampel DNA yang sudah terkumpul, jumlah ini masih bisa bertambah sesuai laporan masyarakat,” katanya.
Dia menegaskan, data ante mortem keluarga sangat penting untuk mempercepat proses. Data tersebut mencakup foto terakhir korban, pakaian yang dikenakan, hingga barang pribadi. Meski kondisi jenazah sebagian besar masih utuh, ada beberapa kerusakan tubuh yang wajar terjadi akibat faktor alamiah.
Seluruh proses identifikasi dilakukan dengan standar internasional.
“Ini bencana akibat bangunan runtuh, bukan tindak kriminal. Fokus kami murni pada identifikasi korban, bukan penyebab kematiannya,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw