Disebut Lambat Tangani Covid-19 di PT HM Sampoerna, Pemkot Surabaya Bantah Khofifah
Fikser mengatakan, pada 27 April, pihaknya kembali bertemu dengan pihak Sampoerna. Saat itu, pihaknya meminta perusahaan tutup sementara. Selain itu juga meminta data nama karyawan untuk dilakukan tracing kembali.
“Kita minta datanya by name by address. Supaya kita bisa tracing kembali dan beri intervensi,” katanya.
Koordinator Bidang Pencegahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, saat bertemu PT HM Sampoerna, pihaknya juga meminta dilakukan rapid test dan isolasi mandiri bagi sekitar 506 karyawan.
“Saat itu Puskesmas melakukan tracing dan ditemukan terdapat data kontak erat dengan karyawan. Begitu tahu satu orang sakit, langsung kita cari siapa orang dalam pemantauan (ODP) mana dan pasien dengan pengawasan (PDP) nya,” katanya.
Diketahui, Jumat (1/5/2020) kemarin, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut Pemkot Surabaya terlambat dalam merespons kasus corona di parik rokok Sampoerna. “Agak terlambat responsnya. Mungkin, barangkali tidak detail informasinya (dari Dinkes Surabaya). Kalau informasinya detail, pasti saya rasa melakukan quick response,” katanya.
Editor: Ihya Ulumuddin