Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Suami Bunuh Istri di Mamuju Tengah, Anak Ikut Tebas namun Selamat
Advertisement . Scroll to see content

Depresi Diduga Jadi Alasan Ibu Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan di Nganjuk

Selasa, 06 Agustus 2019 - 00:30:00 WIB
Depresi Diduga Jadi Alasan Ibu Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan di Nganjuk
Jenaah bayi perempuan yang diduga dibunuh ibunya dibawa ke RSUD Nganjuk untuk diautopsi. (Foto: iNews.id/Mukhtar Bagus)
Advertisement . Scroll to see content

“Begitu ada laporan dari pihak rumah sakit ada kejanggalan, kita langsung olah TKP di rumah pelaku dan ditemukan kresek hitam didalamnya ada mayat bayi terikat kain,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter RSUD Nganjuk, kata dia, bayi perempuan itu dipastikan lahir dalam keadaan hidup. “Saat dilahirkan, bayi itu masih bernapas. Dari hasil autopsi, diketahui bayi ini akhirnya meninggal dunia akibat dijerat lehernya menggunakan kain. Selain itu, pada bagian kepala dan dada bayi juga ditemukan tanda kekerasan atau benda tumpul,” katanya.

Saat ini, Sumiyatun masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat mengalami pendarahan seusai melahirkan. Sedangkan jenazah bayi berjenis kelamin perempuan sudah tiba di rumah duka setelah diautopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Nganjuk.

Nicolas mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat ayah sang bayi Muhammad Imam Shodiq merasa curiga istrinya berbadan dua dan minta dikerokin karena mengeluh masuk angin. Selama ini, istri Shodiq tidak pernah bercerita tentang kehamilannya.

“Setelah itu, ayah bayi ini tidur. Dia kaget saat dini hari tiba-tiba dibangunin istrinya yang sudah penuh dengan darah serta memegang ari-ari. Namun saat ditanya bayinya di mana, sang istri tidak mau memberi tahu,” ucapnya.

Hingga akhirnya Shodiq bersama anggota keluarga lainnya menemukan sang bayi di bawah kolong tempat tidur dalam keadaan meninggal dunia dan terbungkus plastik. “Kita masih periksa saksi-saksi untuk mengungkap motif kasus ini,” ucapnya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut