Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ribuan Nelayan Pati Demo Hari Ini, Tuntut Harga BBM Industri Turun
Advertisement . Scroll to see content

Demo Tolak UU TNI di Malang, Massa Aksi dan Tim Medis Diduga Dapat Kekerasan Fisik-Seksual

Senin, 24 Maret 2025 - 12:50:00 WIB
Demo Tolak UU TNI di Malang, Massa Aksi dan Tim Medis Diduga Dapat Kekerasan Fisik-Seksual
Suasana di sekitar gedung DPRD Kota Malang saat bentrokan demonstran dan petugas keamanan, Minggu (23/3/2025).(Foto: Avirista Midaada/MPI)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang (UU) TNI di DPRD Kota Malang berakhir rusuh. Massa aksi hingga tim medis diduga mendapat kekerasan fisik hingga seksual oleh aparat keamanan.

Tindakan ini diterima para pendemo usai aksi unjuk rasa berujung kericuhan ini dibubarkan petugas gabungan TNI Polri di kawasan sekitar Bundaran Tugu Malang, Minggu (23/3/2025) malang.

Informasi yang dihimpun iNews, ada sejumlah sejumlah massa aksi yang ditangkap petugas. Selain itu puluhan kendaraan motor milik demonstran yang terparkir di sekitar kawasan Bundaran Tugu Malang juga diamankan.

Koordinator aksi demonstrasi Rembo mengatakan, awalnya aksi demonstrasi berlangsung damai dan kondusif hingga mulai terjadi gesekan setelah buka puasa. Massa yang membubarkan diri disisir dan diamankan petugas di beberapa lokasi.

"Aparat melakukan penyisiran melalui Jalan Gajah Mada dengan jumlah kurang lebih dua pleton, berpakaian lengkap dan membawa alat pemukul. Sejumlah massa aksi ditangkap, dipukul dan mendapatkan ancaman. Tim medis, pers dan pendamping hukum yang bersiaga di Halte Jalan Kertanegara juga mendapati pemukulan, kekerasan seksual dan ancaman kekerasan verbal," ujar Rembo dalam keterangan resminya, Senin (24/3/2025) pagi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut