Ciptakan E-Rice Detector, Mahasiswa UMM Bantu Petani Deteksi Penyakit Padi
Kemudian akan muncul hasil, klasifikasi, serta deteksi penyakitnya. Adapun pemindaian ini memilik akurasi mencapai 97 persen.
Kedua, fitur pesan otomatis, semacam Chat Bot yang memberikan informasi terkait penyakit padi, penjual pupuk dan harga padi per-kecamatan. Ketiga fitur daftar penyakit yang menyediakan daftar dan informasi penyakit padi, yang ada di setiap kecamatan. Keempat, fitur Berita yang menyajikan berita dan informasi terkini dari para pakar pertanian.
"E-rice ini tidak hanya digunakan sebagai deteksi penyakit. Lebih dari itu, kami juga akan menyediakan bantuan informasi dan berita mengenai pertanian," katanya.
Mahasiswa Informatika UMM ini mengatakan, dalam upaya mematangkan E-Rice Detector, timnya telah melakukan User Acceptance Test (UAT), yakni tahap uji coba aplikasi. Adapun aplikasi E-Rice Detector telah diuji coba di empat kabupaten, mulai dari Gresik ,Tulungagung, Lamongan, dan Nganjuk.
Dari hasil ujicoba ini terlihat masyarakat memberikan respon senang dan merasa terbantu adanya aplikasi E-Rice Detector. "Selain itu, kami juga telah melakukan uji coba blackbox untuk memastikan seluruh fitur bekerja sesuai dengan yang diinginkan," ujarnya.