Cerita Sunan Ampel Taklukkan Pertapa yang Berlatih Jalan di Atas Air
"Jadi siapa bilang latihan saya ini tidak berguna," katanya lagi. Lagi-lagi Sunan Ampel tidak menanggapi kejengkelan itu dengan sikap senada. Dia tetap memperlihatkan sikap keramahan.
"Kalau begitu , berarti Kisanak masih memerlukan dua belas tahun lagi untuk sampai ke seberang sungai sana?,” kata Sunan Ampel. Mendengar pertanyaan itu, telinga pertapa baruh baya itu seketika memerah. Dengan suara tinggi dia meminta Sunan Ampel tidak mencampuri urusannya.
Bahkan dia mengusir Sunan Ampel dari pinggir sungai. "Pergi sana kau orang tua, dan jangan pernah menganggu saya lagi. Urus saja urusan Kisanak sendiri. Saya akan melanjutkan latihan ilmu meringankan tubuh saya," kata si pertapa dengan membentak.
Sunan Ampel pun beranjak dan pamit pergi melanjutkan perjalanan. Mata pertapa itu sontak terbelalak. Dia melihat Sunan Ampel dengan santainya berjalan di atas air menyebrangi sungai. Dia seketika merenangi sungai, berusaha mengejar. Sesampai di pinggir sungai, pertapa itu langsung bersujud mencium kaki Sunan Ampel.
"Duhai Kisanak yang sakti, maafkan saya yang telah meremehkan Kisanak," kata pertapa menyesali sikapnya. Dengan meratap, pertapa itu meminta Sunan Ampel mengajari. Sunan Ampel tersenyum dan meminta pertapa itu bangkit dari sujudnya.