Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sejarah Gua Anggas Wesi yang Ditempati Darmaji Puluhan Tahun, Diyakini Miliki Sisi Gaib
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Hayam Wuruk, Blusukan ke Pelosok Desa untuk Melihat Kondisi Rakyatnya dari Dekat

Kamis, 10 Maret 2022 - 10:56:00 WIB
Cerita Hayam Wuruk, Blusukan ke Pelosok Desa untuk Melihat Kondisi Rakyatnya dari Dekat
Salah satu peninggalan Majapahit era Hayam Wuruk. (istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Tercatat pada tahun 1355 Masehi Hayam Wuruk juga melakukan perjalanan lumayan jauh ke Pajang, kemudian ke Lasem, yang berada di Rembang, Jawa Tengah pada 1354 Masehi. Hayam Wuruk juga pernah melakukan perjalanan ke pantai selatan pada 1357 Masehi, ia juga pernah melalui hutan terus ke Lodaja, Teto, Sideman, pada 1359 Masehi. Hayam Wuruk juga tercatat pernah mengunjungi Lumajang sekitar bulan Agustus-September 1359 Masehi atau 1281 Saka, pada peninggalan agama Hindu.

Perhatian Hayam Wuruk terhadap desa-desa dan bangunan ternyata juga disambut oleh para penghuni desa dan warga yang didatangi. Perjalanan berkeliling itu dimaksud untuk menyaksikan sendiri keadaan kehidupan rakyat kecil di desa-desa di wilayah Majapahit. Kunjungan ini juga sekaligus untuk menyaksikan pelaksanaan amanat beliau sendiri kepada petugas pemerintah pusat di daerah. Mengingat Hayam Wuruk merupakan pribadi yang tak puas dengan hanya menerima laporan saja.

Hayam Wuruk ingin menyaksikan sendiri keadaan rakyat di desa-desa yang sulit dikunjungi orang sekalipun. Oleh sebab itu Hayam Wuruk kerap kali menelusuri wilayah-wilayah di sulit diakses, bahkan hingga tepi laut. Konon perjalanan Hayam Wuruk dan pejabat Majapahit ini kerap memakan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Betapa pun tempat yang sulit dijangkau dan tersembunyi Hayam Wuruk menyempatkan diri untuk mengunjungi rakyatnya di pelosok wilayah. Blusukan Raja Hayam Wuruk inilah yang juga membuat masyarakat nyaman dan aman. Bahkan para pendeta, para resi, dan para petapa yang kerap tinggal di pantai, gunung, hutan belantara, dan tempat-tempat sunyi untuk bertapa brata, bersemedi merasa aman.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut