Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penampakan Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Solo, Telur Berserakan Tumpah dari Truk
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Gerilyawan Masjid Bungkuk Malang, Kebal Peluru usai Makan Telur Ayam Mentah 

Selasa, 12 April 2022 - 09:27:00 WIB
Cerita Gerilyawan Masjid Bungkuk Malang, Kebal Peluru usai Makan Telur Ayam Mentah 
Penampakan Masjid Bungkuk, markas gerilyawan yang kebal peluru. (Foto: MPI/Avirista Midaada).
Advertisement . Scroll to see content

"Waktu itu mulai masuk dari Surabaya yang diincar mulai terjadi rundingan gagal, rundingan gagal, perang lagi, hingga ada perang enam hari matinya Jenderal Mallaby. Belanda bertahan (tahun) 45 akhir 46, (tahun) 47 di Surabaya, 47 mulai merangsek ke selatan," katanya. 

Ia menambahkan, saat itu wilayah Malang dan sekitarnya memang belum dalam penguasaan Belanda. Namun pergerakan Belanda yang terus merangsek ke selatan memasuki daerah Porong, membuat pejuang sekitar Malang bersiaga.

Antisipasi pun dilakukan para pejuang termasuk tokoh-tokoh ulama Islam di Malang dan sekitarnya. Mereka bersama-sama rakyat dan gerilyawan berlatih perang dan membekali dengan ilmu spiritual, yang akan dikirim ke Porong untuk berjuang melawan Belanda dan sekutunya. 

"Di saat di sana itu gerilya itu dikirim rata-rata cuma dibekali istilahnya tahan peluru. Minum telur ayam, dikasih doa ditelan. Biar orang-orang yang mau berangkat untuk gerilya biasanya diangkut menuju perbatasan frontnya, di daerah Porong dikirim ke sana," terang pria yang juga penasehat takmir Masjid At Thohiriyah, Bungkuk. 

"Dari mana-mana dari Jember ke sana, dari Malang ke sana, Singosari ini tempat mengemblengnya mengebalkan di sini, nggak ada markas tentara tentara nggak ada baru berdiri Oktober, nggak ada waktu itu yang ada gerilyawan," katanya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut