Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI Beri Santunan ke Keluarga Prajurit Kostrad yang Gugur Jatuh dari Tank
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Perjuangan Arek-Arek Malang Lawan Belanda, Tebangi Pohon untuk Blokade Jalur Tank 

Rabu, 15 November 2023 - 08:50:00 WIB
Kisah Perjuangan Arek-Arek Malang Lawan Belanda, Tebangi Pohon untuk Blokade Jalur Tank 
Arek-arek Malang mengadang pasukan Belanda dan sekutu dengan pohon-pohon besar. (ilustrasi).
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Kisah perjuangan arek-arek Malang saat menghadapi pasukan Belanda menarik diulas. Konon, kera-kera Ngalam itu dibikin sibuk menghadapi pasukan sekutu pascaproklamasi kemerdekaan Indonesia. Sebab, tentara sekutu mencoba menduduki kembali beberapa wilayah strategis di Jawa Timur.

KH Moensif Nachrawi, generasi keempat pendiri Masjid Bungkuk Malang menyatakan, banyak orang yang dilatih dan dibekali berperang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Saat itu mereka dibekali dan dilatih di Pondok Pesantren (Ponpes) yang juga dijadikan masjid di Bungkuk, Singosari, Malang. 

"Dari Malang juga begitu orang-orang dilatih, dibekali berangkatnya nunggu, diangkut lagi ke front. Yang mati enggak pulang, yang masih hidup ya pulang orang, gitu saja," kata Moensif Nachrawi. 

Moensif menambahkan, dari pertempuran 10 November 1945 di Surabaya pertempuran berlangsung sengit. Apalagi setelah komandan pasukan Inggris Jenderal Mallaby tewas oleh bom yang dilemparkan salah satu pemuda Surabaya.

"Di Surabaya (tahun 1945), 47 mulai merangsek ke selatan, itu terakhir di daerah Porong. Belum sampai ke selatan. Di daerah Singosari, Lawang belum terjamah Belanda," kata pria yang juga penasehat Masjid Bungkuk, Singosari, Malang ini.

Dari Lawang itu dikatakan Moensif, Belanda dan sekutu bertahan cukup lama. Sebab jika mau ke selatan aksesnya terhambat imbas blokade dari arek-arek Malang dengan menebangi pohon besar-besar yang di tepi jalan.

"Mau ke selatan itu susah, saat Belanda itu coba dari Lawang ke Singosari itu gagal (masuk) kenapa, karena pohon besar-besar itu dipotong, mobil, tank, enggak bisa lewat, truk-truk nggak bisa lewat," ungkap pria yang juga masih keluarga dari pahlawan nasional KH Masjkur.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut