Cegah Penularan PMK, Khofifah Minta Pasar Hewan di 4 Wilayah Ini Ditutup Sementara
Kasus PMK pertama yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Gresik pada 28 April 2022. Sebanyak 402 ekor sapi potong terjangkit PMK yang tersebar di lima kecamatan dan 22 desa. Kasus kedua terjadi pada 1 Mei 2022 di Kabupaten Lamongan. Hingga saat ini terkonfirmasi sebanyak 140 ekor sapi yang tersebar di tiga kecamatan dan enam desa.
Sementara itu di Kabupaten Sidoarjo, kasus serupa tercatat menjangkiti 595 ekor sapi potong, sapi perah dan kerbau yang tersebar di 11 kecamatan dan 14 desa. Sedangkan kasus keempat dilaporkan terjadi pada tanggal 3 Mei 2022 di Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 148 ekor sapi potong yang tersebar di sembilan kecamatan dan 19 desa mengalami indikasi terjangkit PMK.
"Yang disampaikan oleh Keswan (Kesehatan Hewan) penularan ini awalnya terjadi di pasar hewan. Kemungkinan penularan ini didapat dari kambing atau domba yang diimpor secara ilegal dari negara yang belum bebas PMK," kata Khofifah.
Dia menambahkan, untuk hewan ternak yang sudah terkonfirmasi PMK sudah disiapkan obat-obatan, antara lain analgesik dan antibiotik yang disuntikkan. Sebelumnya pada Jumat (6/5/2022) lalu kondisi obat menipis.
"Kami langsung minta dikirim dari Kementan (Kementerian Pertanian). Jumat sore pun langsung sampai. Setelah itu serentak langsung didistribusikan dan dapat digunakan oleh masing-masing sentra peternakan yang terkonfirmasi PMK," ujarnya.
Menurutnya, penanganan penyakit hewan berkuku genap ini mirip dengan pengendalian Covid-19. Oleh karena itu, perlu strategi karantina berbasis kandang selama 14 hari untuk menangani wabah PMK pada sapi. Penularannya lewat udara. "Ternak yang di luar jangan masuk dulu, dan ternak yang di dalam jangan keluar sampai benar-benar pengobatan berlangsung," ujar Khofifah.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menambahkan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah komprehensif sesuai prosedur yang sudah ditentukan terhadap 140 sapi yang dilaporkan terjangkit PMK. "Saat ini proses pemulihan nanti kita akan observasi lagi selama 14 hari. Seluruh pasar hewan sudah kami tutup, yang besar-besar ada dua, termasuk yang temporer," kata Yuhronur.
Editor: Ihya Ulumuddin