Buka Jatim Fair 2020, Khofifah: Pulihkan Ekonomi lewat Transformasi Digital
Khofifah mengatakan, proses literasi digital terutama untuk pelaku UMKM harus sesegera mungkin dilakukan secara masif. Untuk itu, dia mengajak segenap stakeholder untuk terus mendorong pelaku UMKM Jatim agar mampu melakukan penjualan secara online maupun melalui marketplace yang ada.
“Kami butuh support luar biasa dari semua pihak baik government maupun private sector untuk terus bersama-sama membangun kolaborasi dan sinergi mendorong pelaku UMKM Jatim masuk dalam e-commerce maupun melalui marketplace,” katanya.
Menurutnya, transformasi digital bagi pelaku UMKM ini menjadi penting karena UMKM merupakan basis perekonomian Jatim. Selama ini UKM/IKM memberikan kontribusi terhadap PDRB Jatim pada tahun 2019 sebesar 56,94 persen atau menyumbang Rp1.339,47 Triliun dari total PDRB Jatim tahun 2019 sebesar Rp2.352,42 Triliun.
Pemprov Jatim terus melakukan penguatan kelembagaan, pembiayaan, SDM, produk dan pemasaran untuk mempercepat pemulihan ekonomi bagi para pelaku UMKM, di antaranya dengan menjaga agregat demand perekonomian Jatim. Caranya dengan mempertahankan basis Konsumsi Masyarakat melalui penyaluran program Social Safety Nett, fasilitasi permodalan melalui program dana bergulir, KUR dan CSR, Program OPOP (One Pesantren One Product), serta memfasilitasi UMKM untuk dapat mengakses bakat yang ada di Millenial Job Center (MJC).
Pada kesempatan ini, juga turut dilakukan penandatanganan kerjasama secara virtual antara pelaku UMKM Jatim dengan berbagai diaspora yang ada di berbagai negara. Seperti Kadin Jatim dengan Diaspora Mesir dan Tiongkok. Kemudian UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Jatim dengan Diaspora New Zealand dan Taiwan, serta UKM binaan Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim dengan Diaspora Tiongkok.