Berdiri Sejak Tahun 1930, Toko Kue di Malang Ini Masih Populer sampai Sekarang
Kini di era pandemi Covid-19, diakuinya omzet penjualannya menurun, namun tak signifikan. Beberapa pembeli yang datang merupakan langganan dan orang-orang yang penasaran dengan rasa kue kering dari toko kue tertua di Malang.
"Ada yang dari Belanda dan pribumi, wisatawan juga ada yang mampir dari luar negeri. Memang dari pandemi itu menurun, daya beli konsumen menurun. Tapi kami masih bisa bertahan. Kebanyakan yang ke sini sudah langganan," ujarnya.
Tak heran bila hampir setiap hari toko kue ini tak pernah sepi pembeli. Meski tak jarang masih tersisa, tetapi komposisi dan pembuatan dengan cara istimewa, serta resep turun temurun menjadikan kue ini bisa bertahan lama.

Saat ini eksistensi toko ini pun masih tetap ada. Beberapa pelanggan masih tetap setia. Bahkan, permintaan pesanan kue kering akan mengalami peningkatan jelang perayaan natal seperti saat ini.
"Namun pada saat akan Natal atau Lebaran, itu kita buat hampir setiap hari. Untuk persiapan permintaan. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2022 ini permintaan naik. Kenaikan cukup tinggi, kebanyakan orang untuk persiapan di rumah mereka. Kenaikannya kurang lebih bisa 50 persen dari hari biasa," tuturnya.