Berdiri Sejak Tahun 1930, Toko Kue di Malang Ini Masih Populer sampai Sekarang
"Sejak awal yang utama kami memang jualan kue kering. Dulu lebih banyak varian kuenya dan juga ada kue-kue lain, ada asem jawa. Tapi untuk saat ini tinggal kue kering," ucap Cornelia Feliciana, di toko kue Madjoe.

Perempuan berusia 16 tahun ini menyebutkan, bila sejauh rasa dan komposisi cita rasa kue tak pernah diubah sejak pendiri pertama The Djie Hiap di era Belanda hingga saat ini. Selain itu aneka toples kue juga masih dikemas sama, dengan bentuk sama yang vintage sejak berdiri, tentu ini yang menjadi ciri khas toko kue yang tertua di Malang raya.
"Bangunan tidak pernah ada perubahan. Di dalam juga tetap sama kurang lebih seperti ini seperti dulu. Yang berubah mungkin posisi kue dan isinya. Kalau toplesnya raknya dari dulu seperti ini," ucapnya.
"Saya rasa itu tidak bisa dicari. Mungkin karena resep itu turun temurun. Itu sulit untuk dibuat sama yang lain. Mungkin kue sekarang rasa lebih modern, kita pertahankan rasa yang lebih kuno. Ini bisa dikatakan toko kue tertua di Malang. Kami hampir sama dengan Toko Oen," katanya.
Dia menambahkan, bila sejak dahulu tokonya menjadi rekomendasi dan alternatif para penikmat kuliner klasik yang ada di Malang. Bahkan konon sejak zaman dahulu beberapa orang Belanda, dan beberapa orang luar negeri yang menjadi konsumen dari toko yang berada di Jalan Pasar Besar 30 B ini.