Bantuan Banjir untuk Asrama Mahasiswa di Kaliwates Jember Ditarik Kembali, Pengelola Kecewa
JEMBER, iNews.id - Bantuan korban banjir berupa selimut, kasur dan sembako yang diberikan Bupati Jember Faida secara simbolis kepada 18 mahasiswa IAIN Jember lewat pengelola asrama ditarik kembali. Penarikan bantuan dilakukan dengan alasan ada pendataan ulang.
Padahal asrama bernama Baitul Ilmi yang berlokasi di Jalan Jumat Karangmluwuh, Kecamatan Kaliwates, Jember ini terdampak banjir genangan anak sungai hingga ketinggian lutut orang dewasa, Jumat (6/2/2020). Banyak saksi melihat penyerahan bantuan tersebut.
Mahasiswa yang asramanya terdampak banjir beberapa waktu lalu itu sangat memerlukan bantuan tersebut karena kasur dan tempat tidur basah lantaran dampak banjir. Saat itu, sudah diserahkan bantuan simbolis lima kasur, lima selimut dan dua boks sembako.
"Dibilang masing-masing nanti dapat satu, satu kasur dan selimut. Ada sembako juga. Ternyata setelah bubar semua, ada petugas meminta kembali," kata pengelola asrama Mastur, Sabtu (15/2/2020).
Mastur mengatakan yang meminta penarikan bantuan tersebut yakni camat setempat karena dinilai tidak sesuai dengan KK. Namun, akhirnya asrama mendapat dua kasur dan dua selimut.