Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
Advertisement . Scroll to see content

Angka Stunting di Jatim Turun Menjadi 23,5 Persen selama Pandemi Covid-19

Kamis, 24 Februari 2022 - 08:30:00 WIB
Angka Stunting di Jatim Turun Menjadi 23,5 Persen selama Pandemi Covid-19
Ketua PKK Jawa Timur Arumi Bachsin. (istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Angka stunting atau kekurangan asupan gizi kronis di Jawa Timur (Jatim) turun sejak pandemiCovid-19. Pada tahun 2019, angka stunting di Jatim sebesar 26,85 persen, tahun 2020 turun sebesar 25,64 dan tahun 2021 turun lagi sebesar 23,5 persen. 

Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, Arumi Bachsin Elestianto Dardak mengatakan, berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), prevalensi atau faktor risiko stunting di Jatim mengalami penurunan sejak tahun 2019-2021. 

"Ketika awal pandemi saya kira sulit menurunkan angka stunting. Tapi ternyata tidak. Penghargaan untuk tenaga kesehatan dan seluruh kader posyandu yang ikut berkontribusi di masa pandemi," kata Arumi.

Arumi mengatakan, berbagai langkah telah dilakukan PKK, yakni melalui pengoptimalan pekarangan sebagai sumber cadangan pangan dan gizi keluarga. Kemudian pelaksanaan pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). " Secara perlahan-lahan, angka stunting dapat ditekan," ujarnya. 

Menurut Arumi, stunting mendapat atensi dan menjadi prioritas Pemprov Jatim dan TP PKK. Dari isu stunting, ada tiga program yang sudah dilakukan selama tiga tahun di masa kepemimpinan Khofifah-Emil untuk menurunkan stunting. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut